Jumat, 13 Februari 2015

Danau Tempe Wisata Kab. Wajo

Sulawesi Selatan menyimpan pesona obyek wisata alam yang menarik dan layak dikunjungi. Salah satunya adalah Danau Tempe yang ada di Kabupaten Wajo. Danau Tempe adalah nama sebuah danau alami terbesar kedua di Pulau Sulawesi. 

Danau Tempe yang memiliki luas sekira 13.000 hektar, yang diapit oleh tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Wajo, Sidrap dan Kabupaten Soppeng. Danau ini menjadi salah satu obyek wisata favorit dan banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Danau Tempe memiliki kekayaan ikan air tawar yang melimpah, dan sejak dahulu danau ini merupakan penghasil ikan air tawar terbesar di Indonesia dan bahkan dunia. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di  atas Lempeng Australia dengan Lempeng Eurasia.
Selain itu, danau ini juga memiliki beberapa spesies endemik ikan tawar yang tidak dapat ditemui di tempat lain. Beberapa jenis ikan endemik tersebut juga menjadi komoditi ekspor sampai Eropa dan Amerika.

KEINDAHAN DAN KEUNIKAN
Selain banyak terdapat spesies ikan air tawar, di Danau Tempe juga bisa anda temui keunikan yang lain. Di tengah danau anda bisa jumpai ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, pengunjung dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama, dan juga bisa menjumpai berbagai bunga air serta beberapa jenis burung yang jarang ditemui. Burung-burung tersebut berpindah dari benua satu ke benua yang lain, dan Danau Tempe menjadi tempat persinggahan burung-burung tersebut. Selain itu, anda bisa berkeliling menikmati keindahan alamnya dengan menggunakan perahu, sambil memancing ikan.



Selain kekayaan hayati danau Tempe yang menakjubkan, setiap bulan Agustus pengunjung juga bisa menyaksikan keunikan budaya masyarakat setempat.
Pasalnya, setiap bulan Agustus diadakan Maccera Tappareng (mensucikan danau) yang  ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat.

Dalam acara ini, para pengunjung dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, pemilihan ana’ dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik  tradisional dan tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya.

LOKASI DAN AKSES

Danau Tempe terletak di kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo (Sengkang), Sulawesi Selatan. Dari Kota Makassar, anda hanya butuh waktu kurang lebih 6 jam untuk sampai ke Danau Tempe menggunakan kendaraan roda empat.Danau Tempe menjadi salah satu obyek wisata yang cukup unik yang dimiliki Bangsa Indonesia. Selain bisa menikmati keindahan alamnya, tentunya juga akan menambah pengetahuan akan kekayaan alam Indonesia.
Danau Tempe adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak di kunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 ha ini, jika dilihat dari ketinggian, tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini juga menjadi sumber penghidupan, karena mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer mengahadap arah danau.
Kawasan Wisata Danau Tempe merupakan penghasil ikan air taWar terbesar di dunia karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui ditempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
Di tengah-tengah danau, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, Anda dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Objek Wisata Danau Tempe sambil memancing ikan.
Setiap tanggal 23 Agustus, diadakan festival laut atau juga sering di sebut maccera tappareng (mencuci danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acar ini, Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana'dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional, tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga. Dengan menyaksikan festival ini, Anda dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Objek Wisata Danau Tempe Wajo ini terletak 7 km dari Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Untuk mencapai tempat ini, dari Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan pete-pete (mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju Danau Tempe di tempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan biaya sekitar Rp50.000,00-Rp75.000,00/orang.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan indahnya rembulan di malam sambil memancing ikan, bisa menginap di rumah terapung yang ada di tengah-tengah danau bersama nelayan setempat. - See more at: http://wizid.blogspot.com/2014/02/objek-wisata-danau-tempe-wajo-sulawesi-selatan.html#sthash.mKmZ3lCz.dpuf
Danau Tempe adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak di kunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 ha ini, jika dilihat dari ketinggian, tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini juga menjadi sumber penghidupan, karena mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer mengahadap arah danau.
Kawasan Wisata Danau Tempe merupakan penghasil ikan air taWar terbesar di dunia karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui ditempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
Di tengah-tengah danau, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, Anda dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Objek Wisata Danau Tempe sambil memancing ikan.
Setiap tanggal 23 Agustus, diadakan festival laut atau juga sering di sebut maccera tappareng (mencuci danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acar ini, Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana'dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional, tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga. Dengan menyaksikan festival ini, Anda dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Objek Wisata Danau Tempe Wajo ini terletak 7 km dari Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Untuk mencapai tempat ini, dari Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan pete-pete (mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju Danau Tempe di tempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan biaya sekitar Rp50.000,00-Rp75.000,00/orang.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan indahnya rembulan di malam sambil memancing ikan, bisa menginap di rumah terapung yang ada di tengah-tengah danau bersama nelayan setempat. - See more at: http://wizid.blogspot.com/2014/02/objek-wisata-danau-tempe-wajo-sulawesi-selatan.html#sthash.mKmZ3lCz.dpuf
Danau Tempe adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak di kunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 ha ini, jika dilihat dari ketinggian, tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini juga menjadi sumber penghidupan, karena mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer mengahadap arah danau.
Kawasan Wisata Danau Tempe merupakan penghasil ikan air taWar terbesar di dunia karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui ditempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
Di tengah-tengah danau, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, Anda dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Objek Wisata Danau Tempe sambil memancing ikan.
Setiap tanggal 23 Agustus, diadakan festival laut atau juga sering di sebut maccera tappareng (mencuci danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acar ini, Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana'dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional, tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga. Dengan menyaksikan festival ini, Anda dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Objek Wisata Danau Tempe Wajo ini terletak 7 km dari Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Untuk mencapai tempat ini, dari Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan pete-pete (mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju Danau Tempe di tempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan biaya sekitar Rp50.000,00-Rp75.000,00/orang.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan indahnya rembulan di malam sambil memancing ikan, bisa menginap di rumah terapung yang ada di tengah-tengah danau bersama nelayan setempat. - See more at: http://wizid.blogspot.com/2014/02/objek-wisata-danau-tempe-wajo-sulawesi-selatan.html#sthash.mKmZ3lCz.dpuf
Danau Tempe adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak di kunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 ha ini, jika dilihat dari ketinggian, tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini juga menjadi sumber penghidupan, karena mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer mengahadap arah danau.
Kawasan Wisata Danau Tempe merupakan penghasil ikan air taWar terbesar di dunia karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui ditempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
Di tengah-tengah danau, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, Anda dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Objek Wisata Danau Tempe sambil memancing ikan.
Setiap tanggal 23 Agustus, diadakan festival laut atau juga sering di sebut maccera tappareng (mencuci danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acar ini, Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana'dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional, tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga. Dengan menyaksikan festival ini, Anda dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Objek Wisata Danau Tempe Wajo ini terletak 7 km dari Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Untuk mencapai tempat ini, dari Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan pete-pete (mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju Danau Tempe di tempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan biaya sekitar Rp50.000,00-Rp75.000,00/orang.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan indahnya rembulan di malam sambil memancing ikan, bisa menginap di rumah terapung yang ada di tengah-tengah danau bersama nelayan setempat. - See more at: http://wizid.blogspot.com/2014/02/objek-wisata-danau-tempe-wajo-sulawesi-selatan.html#sthash.mKmZ3lCz.dpuf
Danau Tempe adalah salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan yang banyak di kunjungi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Danau yang luasnya 13.000 ha ini, jika dilihat dari ketinggian, tampak bagaikan sebuah baskom raksasa. Danau ini juga menjadi sumber penghidupan, karena mencari ikan, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Wajo, tapi juga sebagian masyarakat Kabupaten Soppeng dan Sidrap. Di sepanjang tepi danau, tampak perkampungan nelayan bernuansa Bugis berjejer mengahadap arah danau.
Kawasan Wisata Danau Tempe merupakan penghasil ikan air taWar terbesar di dunia karena dasar danau ini menyimpan banyak sumber makanan ikan, Selain itu, danau ini juga memiliki spesies ikan tawar yang tidak dapat ditemui ditempat lain. Hal ini diperkirakan karena letak danau ini berada tepat di atas lempengan Benua Australia dan Asia.
Di tengah-tengah danau, tampak ratusan rumah terapung milik nelayan yang berjejer dengan dihiasi bendera yang berwarna-warni. Dari atas rumah terapung itu, Anda dapat menyaksikan terbit dan terbenamnya matahari di satu posisi yang sama serta menyaksikan beragam satwa burung, bunga-bungaan, dan rumput air yang terapung di atas permukaan air. Di malam hari, Anda dapat menyaksikan indahnya rembulan yang menerangi Objek Wisata Danau Tempe sambil memancing ikan.
Setiap tanggal 23 Agustus, diadakan festival laut atau juga sering di sebut maccera tappareng (mencuci danau) yang ditandai dengan pemotongan sapi yang dipimpin oleh ketua nelayan setempat. Dalam acar ini, Anda dapat menyaksikan berbagai atraksi wisata yang sangat menarik, seperti lomba perahu tradisional, perahu hias, permainan rakyat (misalnya, lomba layangan), pemilihan ana'dara (gadis) dan kallolona (pemuda) Tanah Wajo, padendang (menabuh lesung), pagelaran musik tradisional, tari bissu yang dimainkan oleh para waria, dan berbagai pagelaran tradisional lainnya. Pelaksanaan festival ini dimaksudkan agar nuansa kekeluargaan dan persatuan antar sesama nelayan tetap terjaga. Dengan menyaksikan festival ini, Anda dapat mengetahui kebudayaan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan, khususnya Bugis Wajo.
Objek Wisata Danau Tempe Wajo ini terletak 7 km dari Sengkang, ibu kota Kabupaten Wajo. Untuk mencapai tempat ini, dari Sengkang ke Sungai Walennae dapat ditempuh melalui jalur darat dengan menggunakan pete-pete (mikrolet). Dari Sungai Walennae menuju Danau Tempe di tempuh selama 30 menit dengan menggunakan perahu motor atau katinting dengan biaya sekitar Rp50.000,00-Rp75.000,00/orang.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan indahnya rembulan di malam sambil memancing ikan, bisa menginap di rumah terapung yang ada di tengah-tengah danau bersama nelayan setempat. - See more at: http://wizid.blogspot.com/2014/02/objek-wisata-danau-tempe-wajo-sulawesi-selatan.html#sthash.mKmZ3lCz.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites